Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Inilah Saat Terbaik Untuk Melihat Beberapa Gunung Bulan Di Bulan Mei

http://astronesia.blogspot.com/
Bagian utara Bulan menunjukkan banyak pegunungan dan puncak terisolasi
(klik gambar untuk memperbesar)

Astronesia-Inilah saat terbaik untuk melihat beberapa gunung di bulan dari Bumi.

Ketika Anda melihat bulan melalui teropong atau teleskop kecil, hal pertama yang Anda perhatikan adalah bahwa permukaan bulan dibagi menjadi dua bentuk medan yang berbeda,dataran datar besar yang gelap serta dataran tinggi pegunungan yang cerah.Kedua bercak ini terdiri dari sejumlah besar kawah dari berbagai ukuran.

Pengamatan awal dari Bulan pada masa lalu mengasumsikan bahwa dataran datar besar yang gelap adalah lautan,saat itu mereka tidk mengetahui bahwa di Bulan air cair di Bulan tidak ada.Dataran itu disebut "Maria" bahasa Latin untuk "laut," dari kata "mare . "

"Mare" diucapkan "mah-ray," tidak seperti kuda betina. Mereka menamai dataran tinggi lunar sama dengan penamaan pegunungan Bumi, tetapi mereka tidak tahu bahwa pegunungan bulan terbentuk oleh proses yang sama sekali berbeda.

Di Bumi, gunung terbentuk oleh dua proses yang berbeda.Kebanyakan gunung dan pegunungan di Bumi terbentuk dari proses tektonik,dimana lempeng Bumi bertabrakan dan membentuk benjolan satu sama lain sehingga menyebabkan daratan naik.Gunung lain di Bumi juga terbentuk melalui proses Vulkanik,dimana magma panas mengalir dari kedalaman bumi dan membentuk permukaan yang tinggi menjadi gunung berapi.

Sementara Bulan tidak memiliki lempengan yang disebabkan melalui proses tektonik dan vulkanik.Melainkan hampir semua gunung-gunung di Bulan terjadi dari hasil benturan dengan asteroid di masa lalu.Pada awal sejarah bulan, ada banyak asteroid raksasa di tata surya.

Ketika asteroid bertabrakan dengan Bulan, mereka membentuk kawah yang jauh lebih besar daripada yang kita lihat saat ini,membentuk lunar maria dan membentuk pinggiran pegunungan Bulan seperti saat ini yang anda lihat.Panas yang sangat besar yang dihasilkan oleh dampak tersebut meleleh bahan di permukaan bulan dan menyebabkannya mengalir,yang membentuk beberapa kawah dan pegunungan yang menonjol yang seperti terlihat sekarang di pegunungan Maria.

Grafik menunjukkan beberapa fitur gunung terlihat minggu ini saat kuartal pertama fase Bulan.Beberapa kawah menonjol ditandai dengan nama ilmuwan hebat yang membantu anda agar dapat mengingatnya dengan mudah seperti Aristoteles, Plato, Archimedes dan Copernicus.

Sementara pegunungan dan pegunungan individu diberi label dengan nama Latin mereka, "montes" untuk pegunungan dan "mons" untuk pegunungan individu.Jauh ke timur terdapat Pegunungan Taurus (Montes Taurus), tempat pendaratan terakhir dari misi berawak pesawat penjelajah Apollo 17.

Dua pegunungan utama membagi dua fitur lain dari lanskap lunar.Mare Serenitatis ("Sea of Serenity") dipisahkan dari Imbrium Mare ("Laut Showers") oleh Montes Kaukasus di utara dan Apenninus Montes ke selatan.Dimana pertemuan keduanya bertemu menonjol gunung Mons Hadley, nama untuk toko kacamata Inggris dan pembuat instrumen John Hadley (1682-1743). Apollo 15 mendarat di sini di Juli 1971.Pegunungan Alpen Bulan, Alpes Montes, menyapu ke arah barat laut, melampirkan kawah oval sempurna, Plato.

Dipermukaan tandus Imbrium Mare terdapat dua puncak gunung yang paling mengesankan di permukaan bulan, Mons Piton dan Mons Pico.

Mons Piton memiliki diameter sekitar 16 mil (25 kilometer) dan menjulang sekitar 7.380 kaki (2.250 m) di atas dataran sekitarnya.The Mons Pico bahkan lebih mengesankan,berdiameter sekitar 16 mil (25 km) dan memiliki ketinggian 7.870 kaki (2.400 m).

Meskipun gunung ini terlihat mengesankan di bawah cahaya rendah dari matahari terbit, mereka benar-benar cukup lembut bila dibandingkan dengan gunung-gunung bumi.Jika anda melihat lagi dalam satu atau dua hari, mereka akan hampir tak terlihat kecuali untuk warna putih mereka.

Selamat menikmati ekspedisi menjelajah gunung Bulan anda :)

Sumber : Space.com 

Cara Menanam Taman di Mars

 
Sketsa 'AstroGardening' beserta robot di Mars

Astronesia-Manusia pertama yang tinggal di Mars mungkin bukan astronot, tapi petani. Untuk membangun pemukiman di planet merah itu, pengunjung harus mempelajari cara mendapatkan pangan. Menurut ahli, bercocok tanam merupakan hal paling penting.

"Salah satu hal yang setiap petani akan ketahui yaitu bahwa memproduksi makanan di Mars merupakan hal berat," kata Penelope Boston, Direktur Cave and Karst Studies Program di New Mexico Institute of Mining and Technoloy dalam Konferensi Tingkat Tinggi Manusia Mars di George Washington University, 7 Mei 2013. "Ini bukan urusan sepele."

"Penduduk Mars nantinya harus mengetahui tentang hal ini untuk memastikan kelangsungan hidupnya," Boston menambahkan.

http://astronesia.blogspot.com/

NASA tengah meneliti cara bercocok tanam di Mars. Penelitian itu untuk menyesuaikan target pendaratan pertama penduduk Mars pada pertengahan 2030. Penelitian di International Space Station (ISS) menyarankan penduduk Mars menanam tumbuhan yang bisa tumbuh dalam gravitasi mikro. Para ilmuwan belum mengetahui apakah berkurangnya gravitasi di Mars mempengaruhi tanaman.

Permukaan Mars mendapatkan sekitar setengah cahaya matahari. Selain itu, Mars tertutupi oleh tekanan rumah kaca yang akan menghalangi tumbuhan untuk mendapatkan cahaya matahari. Jadi, dibutuhkan energi suplemen. Untuk menyuplai kebutuhan cahaya dibutuhkan banyak energi.


AstroGardening - Designing for Life on Mars from vanessa harden on Vimeo.

"Dari segi sistem teknik yang dibutuhkan, bukanlah hal yang sulit," kata D. Marshall Porterfield, direktur Life and Physical Sciences di NASA. "NASA telah mempelajari penggunaan lampu LED untuk memberikan cahaya dalam jangka panjang pada tumbuhan."

Petani di Mars juga harus mengetahui tentang radiasi. Planet merah itu kekurangan atmosfer pelindung. Jadi, partikel dari luar angkasa bisa masuk ke permukaan Mars dan bisa merusak tumbuhan dan manusia. Jadi, diperlukan sejenis pelindung untuk tanaman.

Menurut para ilmuwan, meski sangat menantang, bercocok tanam di Mars akan bisa terwujud.

Sumber : Universetoday/tempo

Misteri Si Petir Gelap

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Petir gelap atau dark lightning adalah radiasi energi paling tinggi yang dihasilkan secara alami di bumi. Sejak pertama kali diketahui pada 1991, petir gelap memang kerap terbentuk di dalam badai petir. Namun, hingga kini peneliti belum mengetahui seberapa sering petir ini menyambar.

"Petir terang yang kita lihat kala badai, bisa jadi tak menyambar sendirian. Ia punya saudara kembar: si petir gelap yang tak kasatmata."


Nikolai Østgaard, peneliti angkasa luar di University of Bergen, Norwegia, dan timnya menemukan bahwa petir gelap terjadi sesaat sebelum petir menyambar. Penelitian ini dipaparkan dalam artikel Geophysical Research Letters, sebuah jurnal dari American Geophysical Union, akhir bulan silam.

Butuh waktu tujuh tahun hingga akhirnya mereka menyadari bahwa terdapat sambaran sinar gama di antara badai di atas Venezuela, saat mereka memproses kembali data dari dua satelit yang masing-masing dilengkapi oleh detektor optik dan detektor sinar gama yang dahulu terbang di antara badai tersebut.

Petir gelap adalah sambaran sinar gama yang dihasilkan selama badai petir, oleh elektron yang bergerak amat cepat dan berbenturan dengan molekul udara. Para peneliti ini mencurigai bahwa petir gelap terpicu oleh medan elektrik kuat, yang tercipta dengan cepat sebelum petir terang menyambar.

Medan yang kuat ini menciptakan rangkaian elektron yang bergerak mendekati kecepatan cahaya. Saat elektron itu bertubrukan dengan molekul udara, terciptalah sinar gama, yang akhirnya menghasilkan denyutan radio sebelum petir terang muncul. Proses pembentukan mulai dari hantaran elektris hingga terjadinya petir gelap dan terang bisa berlangsung kurang dari 0,01 detik.

Menurut para peneliti, temuan baru ini menampilkan bukti observasi bahwa petir terang dan gelap ini terkait, walaupun secara alami hubungannya masih belumlah jelas. Østgaard mengatakan, bahwa European Space Agency berencana untuk meluncurkan Atmospheric Space Interactions Monitor (ASIM) dalam tiga tahun ke depan yang bisa mendeteksi baik petir yang terlihat maupun tak terlihat ini dari luar angkasa. Ia pun turut terlibat dalam pembangunan detektor sinar gama di dalam proyek ini.

Sumber : National geographic

X-Flare Terbaru Terjadi Lagi Di Permukaan Matahari 15 Mei 2013

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Hanya dalam dua hari, sunspot AR1748 telah menghasilkan empat X-flare.X-flare terbaru dari bintik matahari aktif ini terjadi pada tanggal 15 Mei 01:52 UT.NASA Solar Dynamics Observatory menangkap menangkap kilatan ultraviolet ekstrim tersebut.

Meskipun sunspot tidak langsung menghadap bumi, flare ini mungkin telah menghasilkan CME dengan komponen yang mengarah ke Bumi.Kami menunggu data coronagraph dari SOHO dan probe STEREO kembar untuk memeriksa kemungkinan ini.

Singkatnya, AR1748 telah menghasilkan suar kelas X1.7 (0217 UT pada 13 Mei), suar kelas X2.8 (1609 UT pada 13 Mei), suar kelas X3.2 (0117 UT pada tanggal 14 Mei), dan  suar kelas X1 (pada tanggal 15 Mei 0152).



 

Sumber : spaceweather

Curiosity Temukan Objek Mirip Helm Perang Dunia Di Planet Mars

http://astronesia.blogspot.com/
Astronesia-Berikut ini adalah foto benda yang mirip dengan helm prajurit atau tentara saat perang dunia I & II yang ditemukan Curiosity di planet Mars.

Seperti yang di lansir dari ufosightingsdaily.com,berikut kutipannya

"Sekarang sebelum saya berbicara tentang ini, izinkan saya mengingatkan Anda bahwa NASA memang mengumumkan pada bulan Maret 2013 bahwa "Mars kuno bisa mendukung kehidupan" (klik di sini untuk melihat).Sekarang para ilmuwan sedang mencari bukti bahwa kehidupan cerdas pernah ada di sana.

http://astronesia.blogspot.com/

Aku memeriksa foto resmi dari NASA dan tampak sebuah benda yang mirip helm itu ada disana.Objek tersebut  memang terlihat mirip dengan helm yang digunakan saat perang dunia 1 dan 2 meskipun dilapisi dengan debu dan pasir." SCW

Sumber foto original NASA klik disini




Sumber :  ufosightingsdaily.com

Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) Tinggalkan Windows XP

 


Astronesia-Sistem Operasi Microsoft Windows XP pada lusinan laptop yang dipekerjakan di International Space Station (ISS) akhirnya dipensiunkan dan diganti ke Debian, salah satu distribusi Linux terpopuler.

Alasan yang kerap diungkapkan oleh pengguna adalah Linux mampu menghadirkan stabilitas dan keandalan lebih baik bagi kalangan pribadi ataupun institusi, yang diamini oleh Keith Chuvala, perwakilan dari United Space Alliance, kontraktor yang terlibat dalam peralihan sistem operasi tersebut.

“Kami membutuhkan sistem operasi yang stabil dan andal, sistem operasi yang memberikan kami kontrol penuh. Jadi, saat kami perlu perbaikan, perubahan, atau adaptasi, kami bisa melakukannya,” kata Chuvala, seraya menyatakan bahwa versi yang ia pilih untuk menggantikan Windows XP adalah Debian 6.

Meski Linux juga sama seperti Windows, bukan sistem operasi yang kebal malware, status Linux yang merupakan sistem operasi terbuka membuat seluruh pengguna bisa mengumumkan adanya masalah jika ditemukan, dan langsung mengeluarkan tambalan perbaikan.

Menurut informasi, tak sampai 15 menit, e-mail yang dikirimkan ke komunitas pengguna Debian langsung mendapatkan jawaban dari orang yang mengembangkan sistem operasi tersebut.

Masalah dukungan dari komunitas pengguna ini juga terlihat semakin penting setelah sebuah insiden muncul pada tahun 2008 lalu. Ketika itu, komputer-komputer di stasiun ruang angkasa terganggu akibat infeksi virus Gammina. AG secara tidak sengaja menyebar lewat USB flash disk yang dibawa oleh salah seorang astronot ke luar angkasa. Virus itu kemudian menyerang dan mengganggu komputer, padahal tidak ada dukungan dari komunitas pengguna sistem operasi open source.

Debian dipilih oleh Chuvala dan NASA karena sistem operasi tersebut mampu berjalan di hampir semua komputer. Sistem operasi ini juga menjadi fondasi bagi Ubuntu, salah satu distribusi sistem operasi Linux yang paling populer. Debian sendiri mulai dikembangkan pada tahun 1993 oleh Ian Murdock sebagai distribusi Linux baru dan dibuat semangat keterbukaan ala Linux dan GNU.

Dengan diadopsinya Debian 6, Linux Foundation akan segera menggelar pelatihan yakni "Introduction to Linux for Developers" dan "Developing Applications for Linux". Kedua pelatihan ini dibutuhkan agar memudahkan pihak yang terkait untuk mengembangkan aplikasi yang berhubungan secara spesifik dengan ISS.


Sumber : National geographic

Penampakan Fitoplankton Tampak Indah Dari Luar Angkasa

 
http://astronesia.blogspot.com/
Satelit Terra NASA menangkap gambar fitoplankton ini pada tanggal 4 Mei 2013, di Perancis Bay of Biscay. 

Astronesia-Fitoplankton, organisme yang tersebar di laut Bumi memberikan pemandangan indah yang dilihat dari foto luar angkasa. Satelit Terra dan Aqua milik Badan antariksa NASA menangkap fenomena ini pada 20 April dan 4 Mei 2013.

Dilansir Space, Selasa (14/5/2013), ketika suhu udara mulai menghangat sampai di lepas pantai Prancis, plankton mekar mulai terbentuk dan menciptakan warna yang indah. Foto pola warna yang menarik ini yang ditangkap dari luar angkasa oleh satelit NASA.

Setelah menangkap objek ini pada 4 Mei, di hari berikutnya plankton yang mekar terasa lebih besar dari sungai Prancis serta temperatur yang hangat di Bay of Biscay. Fitoplankton menyediakan makanan bagi seluruh biota laut, seperti zooplankton untuk paus.


http://astronesia.blogspot.com/
Satelit Aqua NASA menangkap gambar fitoplankton ini pada tanggal 20 April 2013, di Perancis Bay of Biscay.
Melalui fotosintesis, fitoplankton ini memanfaatkan energi matahari dan mengubah karbondioksida ke dalam gula. Pada kondisi tertentu, organisme ini bisa menghasilkan neurotoksin yang mempengaruhi mamalia laut serta manusia.

Ketika organisme ini semakin besar dan mekar, maka ia bisa membuat "zona mati" dan mengonsumsi oksigen. Akan tetapi, keberadaan organisme ini memiliki efek yang menguntungkan.

Fitoplankton juga mampu menyerap sepertiga dari karbondioksida yang ada di Bumi. Karbondioksida atau CO2 ini tercipta dari aktivitas manusia seperti pembakaran kendaraan bermotor atau industri.

Berbagai pigmen menghasilkan warna dari mekarnya fitoplankton. Misalnya, fitoplankton jenis alga yang disebut Coccolithophores bisa menciptakan shell (cangkang) yang mengandung kalsium untuk memunculkan penampakkan pola seperti susu.


Sumber : Space.com

Dua Flare Matahari Meletus Hebat Dari Kejauhan

Astronesia-Setelah cukup lama vakum dalam dunia ngeblog karena urusan dunia nyata,akhirnya sekarang bisa kembali ngeblog. hahahahahayyyy.... asyik

ok langsung saja postingan perdana setelah lama vakum

http://astronesia.blogspot.com/

Berikut ini adalah video letusan flare matahari kelas M3.9 dan M1.9 yang terjadi pada tanggal 10 Mei 2013 yang ditangkap oleh kamera NASA Solar Dynamics Observatory.

Berikut videonya ;





Sumber : Space.com

Misteri Tanah Orange Di Bulan

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Bagaimana tanah orange bisa muncul di Bulan? Misteri ini dimulai ketika astronot Harrison Schmidt melihat petak yang berwarna dekat Taurus-Littrow lokasi pendaratan Apollo 17 pada tahun 1972.

Schmidt dan sesama astronot Eugene Cernan meraup tanah orange tersebut dan dibawa pulang ke Bumi untuk pemeriksaan yang lebih lanjut.Gambar diatas adalah sampel yang telah diperbesar dengan lokasi penemuannya ditampilkan dalam inset.

Tanah orange tersebut mengandung partikel kurang dari 0,1 milimeter,partikel terkecil yang pernah ditemukan di Bulan.Ahli geologi Bulan berfikir bahwa tanah orange tersebut diciptakan selama letusan api kuno di Bulan.

Rincian kimia dan bukti analisis menunjukkan bahwa selama letusan gunung berapi kuno sekitar 3,64 miliar tahun yang lalu, tetes kecil batuan cair didinginkan dengan cepat ke dalam biji-bijian berwarna yang hampir bulat.

Asal-usul dari beberapa elemen tersebut tidak dapat ditemukan dalam tanah,dan masih sebuah misteri.

Sumber : Apod NASA

Pecahan Roket Satelit Telkom 3 Berpotensi Jatuh di Indonesia Malam Ini

Ilustrasi Satelit Telkom-3

Astronesia-Pecahan roket peluncur satelit Telkom 3 berkode 2012-044CL diprediksi akan jatuh Senin (25/2/2013) malam ini. Lintasan terakhir pecahan roket adalah Indonesia. Ada potensi pecahan jatuh di wilayah Indonesia pula.

"Sampah antariksa, salah satu pecahan roket peluncur satelit Telkom 3, jatuh malam ini sekitar pukul 22.00 WIB. Ada potensi jatuh di Indonesia, tetapi kemungkinannya kecil," ungkap astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, kepada Kompas.com hari ini.

Pecahan roket yang akan jatuh berukuran sekitar 1,5 x 1 meter berbentuk silinder. Saat ini, pecahan sudah memasuki atmosfer padat, berada pada ketinggian 137,5 x 111 kilometer dari permukaan Bumi.

Meski bakal jatuh ke Bumi, kemungkinan sampah antariksa ini menimbulkan kerugian signifikan kecil. Pecahan roket ini diduga kuat akan jatuh di lautan. Jadi, tak perlu khawatir pecahan akan jatuh di atap rumah.

Satelit Telkom diluncurkan dengan roket milik Rusia. Namun, satelit Telkom 3 gagal mengorbit pada 6 Agustus 2012 lalu. Sementara pecahan roketnya sudah akan jatuh, satelit Telkom 3 sendiri kini masih menjadi sampah antariksa, mengorbit di ketinggian antara 4.762-276 km.

Kegagalan satelit Telkom 3 mengorbit terjadi karena pendorong tahap akhir (Briz-M) cuma bekerja 7 menit. Mestinya, Briz-M bekerja 18 menit 5 detik sehingga bisa sampai orbit tujuan. Akibatnya, bukan cuma satelit Telkom 3 yang hilang, tetapi juga satelit milik Rusia, Express MD-2. Satelit Telkom 3 yang kini menjadi sampah antariksa harganya ditaksir sekitar Rp 1,8 triliun. 

Sumber : Kompas.com

5 Klaim Ilmuwan Tentang Bukti Kehidupan Alien

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Selama ini,manusia sering bertanya-tanya,apakah kita sendirian di alam semesta ini.
Sementara individu dan teori konspirasi sering datang silih berganti dengan "bukti" baru dari kunjungan alien, bahkan para ilmuwan telah mengklaim menemukan bukti kehidupan di luar bumi. Berikut adalah atas kami lima klaim ilmiah untuk alien.

1. Mikroba di Meteorit

Fitur-fitur dalam meteorit Orgueil
Ilmuwan NASA Richard Hoover menerbitkan makalah pada bulan Maret 4, 2011, mengklaim telah menemukan bukti fosil cyanobacteria dalam meteorit karbon dari luar angkasa.Hoover mengamati irisan meteorit melalui pemindaian mikroskop elektron, dan mengidentifikasi filamen dan struktur yang katanya menyerupai ganggang bersel tunggal kecil.

Banyak reaksi dari beberapa ilmuwan skeptis, karena sebagian studi ini diterbitkan dalam Journal of Cosmology dipertanyakan.Peneliti lain mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan secara menyeluruh, tapi terlalu dini untuk mengatakannya. 

2.Hasil Penelitian Viking Lander


Pada tahun 1976 pesawat NASA Viking 2 mendarat di permukaan Mars.Wahana penjelajah ini melakukan sejumlah eksperimen biologi, termasuk mengumpulkan sampel tanah Mars untuk menguji senyawa organik - blok bangunan kehidupan - dan biosignatures yang bisa menunjukkan adanya mikroorganisme.

Wahana ini menemukan sedikit bukti organik, namun onboard Labeled Release experiment menemukan agen reaktif dalam bahan/material di permukaan Mars yang menghasilkan karbon dioksida meningkat.Gilbert Levin, seorang insinyur yang merancang Labeled Release menyimpulkan bahwa fenomena ni dipicu oleh mikroorganisme yang hidup dan bersembunyi di tanah Mars.Namun, interpretasi ini belum diterima secara luas oleh komunitas ilmiah.

Penelitian yang lebih baru juga telah menghasilkan hsil yang negatif.Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Desember 2010 di Journal of Geophysical Research menunjukkan bahwa senyawa ini hadir di Mars, tapi mereka dihancurkan oleh bahan kimia lain sebelum Viking bisa mendeteksi mereka.

3.Arthur C. Clarke menemukan semak-semak di Mars

http://astronesia.blogspot.com/

Penulis fiksi ilmiah terkenal Sir Arthur C. Clarke,yang menulis novel "2001: A Space Odyssey," menjadi berita utama pada tahun 2001 ketika ia mengklaim bahwa baru saja iya menemukan foto dari NASA Mars Global Surveyor yang menunjukkan bukti pohon dan semak-semak di Mars.

http://astronesia.blogspot.com/

Kebanyakan ilmuwan mengejek klaim, namun penulis Sir Arthur tetap  pada keyakinannya.


"Aku cukup serius ketika saya mengatakan melihat bukti di foto baru dari Mars",kata Clarke pada saat itu."Sesuatu yang benar-benar bergerak dan berubah dengan musim yang menunjukkan, setidaknya itu vegetasi."

Clarke meninggal pada tahun 2008 di Sri Lanka.

4. Kanal di Mars

Kiri adalah peta yang di buat oleh Eugene Antoniadi dan digambar ulang oleh Lowell Hess pada tahun 1877.sedangkan kanan adalah foto hasil citraan teleskop hubble di jaman modern

Gagasan bahwa Mars dilalui oleh jaringan kompleks kanal pertama kali dikemukakan pada tahun 1877 oleh astronom Italia Giovanni Schiaparelli, dan kemudian dipopulerkan oleh astronom Percival Lowell.Lowell membuat gambar yang rumit dari bentuk kanal di Mars berdasarkan pengamatan yang dia lakukan di observatorium Flagstaff, Arizona.

Tapi pada awal abad 20, ketika pengamatan astronomi meningkat dan pencitraan resolusi yang lebih tinggi mengungkapkan bahwa kanal itu tercipta karena ilusi optik dan formasi geologi.

5. Meteorit Allan Hills

meteorit ALH84001 ditampilkan di sini telah menjadi sumber kontroversi sejak penemuannya pada tahun 1984.

Ketika ilmuwan mengumumkan pada tahun 1996 bahwa mereka telah menemukan bukti kehidupan mikroba fosil dalam meteorit dari Mars, itu adalah peristiwa besar. Presiden Bill Clinton menyampaikan pidato nasional tentang penemuan ini,yang tampaknya bisa menjawab bahwa kita tidak sendirian.

Analisis selanjutnya dari penelitian meteorit yang disebut Allan Hills 84001 (ALH 84001), menghasilkan hasil yang kontroversi dengan banyak ahli menyatakan bahwa fosil bisa saja diciptakan oleh proses non hidup.

Bukti masih diperdebatkan, dan batu luar angkasa tetap menjadi topik penelitian yang sedang berlangsung.

Sumber : Space.com

"Huruf Paku" Ditemukan di Permukaan Mars?

http://astronesia.blogspot.com/
Fenomena rootless cone yang merupai huruf paku di permukaan Mars.

Astronesia-Fenomena unik di permukaan Mars diabadikan oleh kamera HiRISE di wahana antariksa Mars Reconaissance Orbitter (MRO). Citra yang ditangkap menunjukkan adanya bentukan menyerupai huruf paku di permukaan planet merah tersebut.

Pastinya, fenomena itu tak menunjukkan adanya manusia masa lampau yang pergi ke Mars dan memahat huruf paku di permukaannya. Astronom menyebut bentukan di permukaan Mars itu sebagai kerucut tak berakar, terbentuk dari interaksi lava dengan air atau es di bawah permukaan.

Saat lava berinteraksi dengan es atau air, terjadi penguapan. Proses penguapan itu mengakibatkan letupan sehingga lava naik ke atas. Akibatnya, terbentuk bentukan serupa kerucut yang disebut rootless cone itu.

Alfred McEwen, pimpinan investigasi misi HiRISE mengatakan bahwa aliran lava purba disebut pemompaan. "Pemompaan lava adalah proses dimana cairan terinjeksi di bawah kerak padat dan menaikkan seluruh permukaan," katanya.

Huruf paku di Mars tersebut ditemukan di wilayah yang disebut Amazonis Platinia, wilayah yang bisa dibilang dibanjiri lava. Jika citra dibuat berwarna, maka akan tanpak permukaan berwarna kemerahan dengan aliran berwarna gelap.

Tentang ukuran kerucut serupa huruf paku itu, Colin Dundas dari US Geological Survey seperti dikutip Universe Today, Jumat (22/2/2013), "Kerucut itu memiliki diameter 100 meter dan ketinggian 10 meter."

Dundas melanjutkan, "Usia dari kerucut itu secara spesifik tidak diketahui. Mereka ada di masa Amazonian tengah dan akhir, yang berarti tergolong muda berdasarkan standar Mars tetapi sebenarnya bisa ratusan hingga miliaran tahun."

Jika air atau es adalah bagian dari terbentuknya kerucut itu, masihkan air atau es itu ada sekarang? Menurut Dundas, air atau es yang membentuk fenomena itu sebelumnya hanya berada beberapa meter dari permukaan. Ia mengatakan, air atau es itu sudah tak ada di sana sekarang. 

Sumber : Kompas.com

Warna Asli Mars Ternyata Bukan Merah

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Selama ini manusia seringkali beranggapan warna planet Mars adalah merah karena tampak merah dilihat dari Bumi. Tapi, anggapan itu ternyata tak sepenuhnya benar.

Warna merah Mars ternyata hanya sebatas permukaan saja. Fakta ini terungkap dari hasil pengeboran batuan Mars yang dilakukan oleh robot penjelajah Mars milik Badan penerbangan dan Antarika Amerika Serikat (NASA), Curiosity.

Serbuk batu hasil pengeboran batuan dasar Mars yang dilakukan Curiosity mengungkapkan warna planet tersebut di bawah permukaan adalah abu-abu.

“Kami mulai melihat adanya warna baru dari planet Mars saat ini, hal ini menarik perhatian kami” ujar Joel Hurowitz, peneliti sistem sampling Curiosity di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di Pasadena, California kepada Space.com Rabu (20/02/2013).

Peneliti berpendapat, warna merah diakibatkan oleh kandungan besi pada debu Mars yang mengalami oksidasi atau perkaratan.

Pengeboran memungkinkan ilmuwan mendapatkan debu dengan kandungan besi yang belum mengalami oksidasi. Penyimpanan dalam wadah yang terpasang di wahana antariksa Curiosity mencegah proses oksidasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, Curiosity berhasil mengebor batu bernama John Klein untuk pertama kalinya [pada 8 Februari 2013 lalu.

Pengeboran hingga kedalaman 6,4 cm dibuktikan dengan citra yang dirilis NASA pada Rabu lalu. Analisis serbuk batu nantinya diharapkan dapat menguak kandungan debu Mars serta misteri lingkungan basah Mars pada masa lalu. 

Sumber : Kompas.com

Dua Satelit Terkecil di Dunia Siap Mengorbit

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Baru-baru ini dua satelit yang merupakan teleskop luar angkasa terkecil di dunia, dipersiapkan untuk meluncur ke orbit, Senin, 25 Februari 2013. Satelit tersebut diluncurkan dengan mengemban sebuah misi untuk mempelajari bintang yang paling terang di langit malam.

Diberi nama The Bright Target Explorer (BRITE), nanosatellites ini terlihat seperti sebuah kubus kecil. Nanosatellites ini direncanakan lepas landas di atas sebuah Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) pada Senin, pukul 7.20 AM waktu setempat dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota, India.

Dikutip dari Mashable, Minggu (24/2/2013), sebelumnya nanosatellites pernah diluncurkan ke luar angkasa dengan misi mempelajari Bumi serta menguji teknologi baru pesawat luar angkasa. Akan tetapi, pembuatnya mengklaim bahwa BRITE akan menjadi pesawat ruang angkasa bertubuh kecil pertama yang digunakan untuk mengintip kosmos.

Pesawat ruang angkasa yang memiliki ukuran kurang dari 8 inci dan berat kurang dari 15,5 pound, diharapkan dapat mengamati bintang-bintang terang (dari perspektif Bumi) setelah mencapai orbit. Selain itu, BRITE juga akan mengamati objek yang membentuk beberapa rasi bintang terkenal seperti Orion, The Hunter, dan lainnya.

"BRITE diharapkan mampu menunjukkan bahwa nanosatellites sekarang mampu melakukan pekerjaan yang awalnya dianggap mustahil untuk pesawat ruang angkasa kecil," ujar Cordell Grant, Manajer Sistem Satelit untuk Laboratorium Space Flight di University of Toronto Institute for Aerospace Studies (UTIAS), tempat dimana satelit yang dirancang.


Sumber: Okezone.com

Arsip Blog