Galeri Tiga Exoplanet 'Super-Bumi' Yang Berpotensi Layak Huni

Astronesia-Berikut ini adalah beberapa galeri gambar dari 3 planet super-Bumi yang kemungkinan layak huni yang ditemukan oleh pesawat ruang angkasa NASA Kepler.

1. Ukuran Perbandingan Bumi dan Exoplanet yang Baru Ditemukan


Pesawat ruang angkasa NASA Kepler telah menemukan tiga planet super-Bumi baru di sekitar bintang Kepler-62 dan Kepler-69.Diagram ini menunjukkan ukuran perbandingan Bumi dan exoplanet yang baru ditemukan, ditambah temuan sebelumnya Kepler-22b. Gambar dirilis April 18, 2013.

2. Fakta Tentang 3 Super-Bumi yang Berpotensi Layak Huni

http://astronesia.blogspot.com/


Para ilmuwan telah menemukan tiga super-Bumi yang mengelilingi dua bintang berbeda yang berjarak lebih dari 1.000 tahun cahaya. Lihat bagaimana super-Bumi yang berpotensi dihuni sini

3. Penemuan Baru 'Super-Venus' Kepler-69c yang Berpotensi Layak Huni


Ilustrasi yang menggambarkan Kepler-69c, sebuah planet yang berukuran 1,7 kali Bumi yang mengorbit di zona habitasi bintang seperti matahari kita, terletak sekitar 2.700 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Cygnus.

4. Diagram Perbandingan Antara Kepler-69 dan Tata Surya Kita



Diagram membandingkan planet dari tata surya kita dengan planet dari tata surya Kepler-69, sistem dua-planet yang berjarak sekitar 2.700 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Cygnus.Kedua planet Kepler-69 mengorbit bintang yang termasuk kelas yang sama seperti matahari kita, yang disebut G-type. Gambar dirilis April 18, 2013.

5.Exoplanet Kepler-62F yang Berpotensi Layak Huni

http://astronesia.blogspot.com/


Ilustrasi menggambarkan planet Kepler-62F, sebuah planet yang berukuran 1,4 kali Bumi yang berada dalam lingkaran di zona habitasi bintang induknya.Objek kecil yang bersinar di sebelah kanannya adalah Kepler-62E, dunia lain yang juga berpotensi dihuni dalam sistem lima planet ini.

6. Diagram Perbandingan Antara Kepler-62 dan Tata Surya Kita



Diagram ini membandingkan planet dari tata surya kita dengan planet dari tata surya Kepler-62, sebuah sistem planet yang baru ditemukan yang memiliki lima anggota planet dengan dua planet yang berpotensi layak huni.Sistem Kepler-62 terletak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Lyra.

7. Exoplanet Kepler-62e yang Berpotensi Layak Huni

http://astronesia.blogspot.com/


Ilustrasi yang menggambarkan Kepler-62E, sebuah planet super-Bumi yang berada di zona habitasi bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari matahari, yang terletak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Lyra. Gambar dirilis April 18, 2013.
 


Sumber : Space.com

Curiosity Temukan Objek Mirip Helm Perang Dunia Di Planet Mars

http://astronesia.blogspot.com/
Astronesia-Berikut ini adalah foto benda yang mirip dengan helm prajurit atau tentara saat perang dunia I & II yang ditemukan Curiosity di planet Mars.

Seperti yang di lansir dari ufosightingsdaily.com,berikut kutipannya

"Sekarang sebelum saya berbicara tentang ini, izinkan saya mengingatkan Anda bahwa NASA memang mengumumkan pada bulan Maret 2013 bahwa "Mars kuno bisa mendukung kehidupan" (klik di sini untuk melihat).Sekarang para ilmuwan sedang mencari bukti bahwa kehidupan cerdas pernah ada di sana.

http://astronesia.blogspot.com/

Aku memeriksa foto resmi dari NASA dan tampak sebuah benda yang mirip helm itu ada disana.Objek tersebut  memang terlihat mirip dengan helm yang digunakan saat perang dunia 1 dan 2 meskipun dilapisi dengan debu dan pasir." SCW

Sumber foto original NASA klik disini




Sumber :  ufosightingsdaily.com

Gambar Hari Ini : Panorama Galaksi NGC 3169

http://astronesia.blogspot.com/
Galaksi spiral NGC 3169 (kiri) , NGC 3166 (kanan) , NGC 3165 (paling kanan)
Klik gambar untuk memperbesar

Astronesia-Galaksi spiral terang NGC 3169 tampaknya terurai dalam adegan kosmik ini,berjarak sekitar 70 juta tahun cahaya jauhnya tepat di bawah bintang terang Regulus di konstelasi samar Sextans.

Lengan spiral indah NGC 3169  (kiri) yang terdistorsi menjadi ekor yang terjadi akibat interaksi gravitasi dengan galaksi tetangganya NGC 3166 (kanan).

Gambar diatas mencakup wilayah sekitar  20 menit busur, atau sekitar 400.000 tahun cahaya dan tampak juga disisi paling kanan galaksi NGC 3165 yang redup.

NGC 3169 juga dikenal menyimpan sebuah inti galaksi aktif yang kemungkinan situs dari sebuah lubang hitam supermasif.


Sumber : APOD NASA

Mengenal Asteroid Bennu, Si Bangau Dewa Mesir

 
http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi digital dari Bennu, bangau suci di kepercayaan Mesir Kuno (Thinkstockphoto)

Astronesia-Asteroid yang akan dikunjungi pesawat NASA pada 2018 kini memiliki nama resmi, Bennu (kadang disebut "Benu", diucapkan ben-oo). Nama diberikan oleh anak berusia sembilan tahun, Michael Puzio, dari North Carolina, Amerika Serikat.

Puzio berhasil mengalahkan 8.000 usulan lainnya dalam kompetisi pemberian nama. Sebelum dinamai Bennu, asteroid itu disebut (101955) 1999 RQ36. "Saya anak pertama yang saya kenal menamai bagian dari sistem tata surya," kata Puzio, Rabu (1/5).

Bennu akan dikunjungi oleh pesawat miliki NASA, Osiris-Rex, yang dijadwalkan mulai berangkat pada 2016. Dua tahun sesudahnya, pesawat ini akan mendarat di Bennu untuk mengumpulkan sampel dan kembali ke Bumi pada 2023.

Dikatakan peneliti proyek ini, Jason Dworkin, sampel dari Bennu yang diambil Osiris-Rex akan memudahkan para pakar untuk mencari asal muasal sistem tata surya. "Dan melihat dari dalam mengenai akar dari kehidupan," kata Dworkin.

Bennu merupakan fauna sakral dalam kepercayaan Mesir yang sering digambarkan dalam wujud bangau abu-abu. Ia merupakan sosok suci di Heliopolis --kota kuno di timur laut Kairo yang vital bagi politik dan keagamaan masa Kerajaan Kuno.

Nama "Bennu" kemungkinan berasal dari kata "weben" yang berarti bangkit atau bersinar. Ia dikaitkan dengan matahari dan mewakili jiwa dari Dewa Matahari, Ra. Posisi berdirinya yang diimajikan di atas batu tersendiri di sebuah pulau yang tengah tergenang air bah, dianggap mewakili hadirnya kehidupan awal.

Bahkan, air mata Bennu di penciptaan awal dunia-lah yang dianggap sebagai gong awal waktu. Dengan demikian Bennu ditahbiskan sebagai pemegang waktu dan divisi - jam, hari, malam, minggu dan tahun.

"Bennu tepat menyentuh kami di banyak sisi," kata Bruce Betts, Direktur Proyek dari perusahaan nonprofit Planetary Society sekaligus juri kompetisi nama ini.

Sumber: National geographic

Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) Tinggalkan Windows XP

 


Astronesia-Sistem Operasi Microsoft Windows XP pada lusinan laptop yang dipekerjakan di International Space Station (ISS) akhirnya dipensiunkan dan diganti ke Debian, salah satu distribusi Linux terpopuler.

Alasan yang kerap diungkapkan oleh pengguna adalah Linux mampu menghadirkan stabilitas dan keandalan lebih baik bagi kalangan pribadi ataupun institusi, yang diamini oleh Keith Chuvala, perwakilan dari United Space Alliance, kontraktor yang terlibat dalam peralihan sistem operasi tersebut.

“Kami membutuhkan sistem operasi yang stabil dan andal, sistem operasi yang memberikan kami kontrol penuh. Jadi, saat kami perlu perbaikan, perubahan, atau adaptasi, kami bisa melakukannya,” kata Chuvala, seraya menyatakan bahwa versi yang ia pilih untuk menggantikan Windows XP adalah Debian 6.

Meski Linux juga sama seperti Windows, bukan sistem operasi yang kebal malware, status Linux yang merupakan sistem operasi terbuka membuat seluruh pengguna bisa mengumumkan adanya masalah jika ditemukan, dan langsung mengeluarkan tambalan perbaikan.

Menurut informasi, tak sampai 15 menit, e-mail yang dikirimkan ke komunitas pengguna Debian langsung mendapatkan jawaban dari orang yang mengembangkan sistem operasi tersebut.

Masalah dukungan dari komunitas pengguna ini juga terlihat semakin penting setelah sebuah insiden muncul pada tahun 2008 lalu. Ketika itu, komputer-komputer di stasiun ruang angkasa terganggu akibat infeksi virus Gammina. AG secara tidak sengaja menyebar lewat USB flash disk yang dibawa oleh salah seorang astronot ke luar angkasa. Virus itu kemudian menyerang dan mengganggu komputer, padahal tidak ada dukungan dari komunitas pengguna sistem operasi open source.

Debian dipilih oleh Chuvala dan NASA karena sistem operasi tersebut mampu berjalan di hampir semua komputer. Sistem operasi ini juga menjadi fondasi bagi Ubuntu, salah satu distribusi sistem operasi Linux yang paling populer. Debian sendiri mulai dikembangkan pada tahun 1993 oleh Ian Murdock sebagai distribusi Linux baru dan dibuat semangat keterbukaan ala Linux dan GNU.

Dengan diadopsinya Debian 6, Linux Foundation akan segera menggelar pelatihan yakni "Introduction to Linux for Developers" dan "Developing Applications for Linux". Kedua pelatihan ini dibutuhkan agar memudahkan pihak yang terkait untuk mengembangkan aplikasi yang berhubungan secara spesifik dengan ISS.


Sumber : National geographic

Penampakan Fitoplankton Tampak Indah Dari Luar Angkasa

 
http://astronesia.blogspot.com/
Satelit Terra NASA menangkap gambar fitoplankton ini pada tanggal 4 Mei 2013, di Perancis Bay of Biscay. 

Astronesia-Fitoplankton, organisme yang tersebar di laut Bumi memberikan pemandangan indah yang dilihat dari foto luar angkasa. Satelit Terra dan Aqua milik Badan antariksa NASA menangkap fenomena ini pada 20 April dan 4 Mei 2013.

Dilansir Space, Selasa (14/5/2013), ketika suhu udara mulai menghangat sampai di lepas pantai Prancis, plankton mekar mulai terbentuk dan menciptakan warna yang indah. Foto pola warna yang menarik ini yang ditangkap dari luar angkasa oleh satelit NASA.

Setelah menangkap objek ini pada 4 Mei, di hari berikutnya plankton yang mekar terasa lebih besar dari sungai Prancis serta temperatur yang hangat di Bay of Biscay. Fitoplankton menyediakan makanan bagi seluruh biota laut, seperti zooplankton untuk paus.


http://astronesia.blogspot.com/
Satelit Aqua NASA menangkap gambar fitoplankton ini pada tanggal 20 April 2013, di Perancis Bay of Biscay.
Melalui fotosintesis, fitoplankton ini memanfaatkan energi matahari dan mengubah karbondioksida ke dalam gula. Pada kondisi tertentu, organisme ini bisa menghasilkan neurotoksin yang mempengaruhi mamalia laut serta manusia.

Ketika organisme ini semakin besar dan mekar, maka ia bisa membuat "zona mati" dan mengonsumsi oksigen. Akan tetapi, keberadaan organisme ini memiliki efek yang menguntungkan.

Fitoplankton juga mampu menyerap sepertiga dari karbondioksida yang ada di Bumi. Karbondioksida atau CO2 ini tercipta dari aktivitas manusia seperti pembakaran kendaraan bermotor atau industri.

Berbagai pigmen menghasilkan warna dari mekarnya fitoplankton. Misalnya, fitoplankton jenis alga yang disebut Coccolithophores bisa menciptakan shell (cangkang) yang mengandung kalsium untuk memunculkan penampakkan pola seperti susu.


Sumber : Space.com

'Einstein Planet': Dunia Alien Baru Terungkap oleh Teori Relativitas

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Ilmuwan percaya bahwa teori relativitas yang diprakarsai Albert Einstein terkait efek gravitasi pada cahaya mampu memberikan petunjuk tentang keberadaan planet alien (asing). Tidak asal planet asing, tetapi penelitian lanjutan berupaya mengungkap planet mirip Bumi dan ada atau tidaknya kehidupan di dalam planet tersebut.

Dilansir Latimes, Selasa (14/5/2013), ilmuwan menggunakan rangkaian teleskop canggih untuk mendeteksi sebuah planet yang beredar di sekitar bintang jauh. Mereka melacak keberadaan planet ini melalui kecepatan radial (putaran) dari bintang atau "transit" dari planet yang melintasi bintang.

Teori relativitas Einstein dipercaya mampu memberi penjelasan terkait penemuan planet asing di luar tata surya. Peneliti di Tel Aviv University dan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics menggunakan Kepler Space Telescope untuk mengamati tiga efek kecil, prediksi oleh relativitas yang terjadi secara bersamaan karena planet mengorbit bintang.

"Kami mencari efek yang sangat halus. Kami membutuhkan pengukuran kualitas tinggi dari kecerahan bintang," tutur peneliti David Latham dari pusat Harvard-Smithsonian.

Metode deteksi ini telah diperkirakan pada 2003 oleh Avi Loeb, profesor Harvard University di Tel Aviv University serta profesor Scott Gaudi di Ohio State University. "Ini merupakan pertama kalinya bahwa apsek teori relativitas Einstein telah digunakan untuk menemukan planet," kata Mazeh, profesor yang ikut serta dalam misi Kepler NASA.

Menurutnya, peneliti mencari efek yang sulit dipahami selama lebih dari dua tahun. "Dan kami akhirnya menemukan planet," ungkapnya.

Laporan ini ditulis dalam edisi terbaru Astrophysical Journal, di mana peneliti menemukan planet yang dikenal sebagai Kepler-76b. Planet ini merupakan planet gas panas raksasa yang memiliki suhu 3.600 derajat Fahrenheit.

Objek yang ditemukan melalui teori Einstein ini memiliki ukuran 25 persen lebih besar ketimbang diameter Jupiter. Planet asing tersebut juga memiliki massa dua kali lipat lebih besar ketimbang Jupiter.

Sumber: Okezone.com

Arsip Blog